Showing posts with label Industries in Malaysia. Show all posts
Showing posts with label Industries in Malaysia. Show all posts

Thursday, December 16, 2010

Small and Medium Industries

Small and Medium Industries

Small and Medium Industries (SMIs) consist of enterprises or companies that provide manufacturing services with individual annual sales turnover not exceeding RM25 million and individually employing not more than 150 full-time employees.

Thrust One of the Ninth Malaysian Plan states the Government's intention to develop the economy through small and medium industries that emphasizes the importance of upscaling manufacturing and related services.
There are various SMIs in Malaysia that are fully supported by the Government.

Click on the links below for further information:Networking is imperative in today's fiercely competitive business environment. The following bodies allow for alliances between industry players to exchange information and create new partnerships.
More details:


  • Licence and Permit






  • Marketing and Networking

  • Frequently Asked Questions



  • Bawang Goreng

    Banyak masakan Nusantara yang menggunakan bawang merah goreng sebagai pelengkap. Baik sebagai taburan atau campuran bumbu masakan.

    Permasalahannya tidak semua orang berhasil dalam membuat bawang goreng. Hasilnya terkadang lembek dan warna yang pucat kehitaman. Bawang goreng yang bagus memiliki karakteristik kering, berwarna kuning kecokelatan dan aroma yang harum. Berikut rahasianya:

    1. Pilih bawang goreng kualitas bagus. Iris halus menggunakan pisau yang tajam.
    2. Rendam di dalam larutan garam. Untuk 300 ml air gunakan garam 1 sendok makan garam halus. rendam selama 1 jam.
    3. Tiriskan di atas serbet besih.
    4. Panaskan minyak banyak, goreng bawang dengan api sedang hingga matang dan berwarna kuning kecoklatan. Angkat dan tiriskan hingga dingin. Simpan di dalam stoples kedap udara

    Sumber : http://myhobbyblogs.com/food/2007/08/13/tips-membuat-bawang-goreng/

    Bawang Goreng

    Tips Membuat Bawang Goreng Cantik

    TIPS 1
    Setelah bawang diiris, lalu direndam air garam. Baru digoreng. Kalau sudah kuning lalu ditiriskan sampai minyaknya turun Kalau sudah ditaruh dulu di kertas minyak baru ditaruh di toples.
    TIPS 2
    Sama seperti diatas, tapi waktu digoreng ditaburi tepung beras sedikit.
    TIPS 3
    Tidak semua bawang bagus dibuat bawang goreng, yang pasti hasilnya bagus adalah bawang sumenep yang ukurannya sedang/besar, iris tipis dengan ketebalan irisan sama biar matengnya bareng. goreng di api kecil sambil terus diaduk.
    Atau bisa juga setelah diiris ditaburi sedikit terigu atau maizena, baru digoreng, setelah mateng tiriskan sampai si minyak betul-betul jatuh semua, lalu alasi dengan tissue, angin-angin sebentar lalu simpan ditempat kering dan kedap udara.
    TIPS 4
    Bawang tidak direndam air, langsung ditaburi garam dan di campur (jadi biar garamnya merata) dan kalau masalah nyimpennya ya memang harus di toples yang tutupnya rapet dan dikasih alas tissue makan/kertas makan.
    TIPS 5
    Setelah bawang diiris tipis, di beri garam sedikit (sepucuk sendok teh) terus di aduk pelan supaya garam tercampur, diamkan sebentar. Katanya garam menyerap air yang dikandung bawang. Kemudian digoreng Dengan minyak yang banyak, sampai berwarna kuning Insya Allah gurih dan renyah.
    TIPS 6
    Cuci bawang yang telah dirajang tipis kemudian tiriskan. Setelah airnya habis taburi dengan garam secukupnya kemudian jemur sampai kering (sekitar 2 jam), setelah itu goreng dengan api yang tidak terlalu besar sampai bewarna kuning. Bawang akan terasa gurih dan renyah (tidak berminyak).
    TIPS 7
    Kupas, cuci, tiriskan baru diiris. Setelah dikupas dan cuci dibiarkan satu malam, bukan supaya tiris sih tapi sudah capek, jadi ngirisnya besok saja (itu juga pakai bantuan alat hehehe)setelah itu, pada saat mau menggoreng :
    1. Panaskan minyak dengan api sedang di wajan besar.
    2. Ambil sedikit irisan bawang (pas buat sekali ngegoreng) taruh di piring/wadah tersendiri lalu taburi dengan tepung beras sedikit saja dan garam, aduk2x sampai rata. Aku sih ngaduknya pelan2x, sambil digoyang2x seperti orang nampi beras.
    3. Goreng di api sedang, begitu mulai akan kuning dikiiiiit saja, langsung kecilin apinya sekecil2xnya
    4. Angkat bawang sebelum kuning di wajan, ntar akan kuning sendiri, kalau sampai kuning di wajan, alamat coklat tua nantinya.


    Sumber : http://resepmasakanindonesia.info/tips-bawang-goreng-cantik/

    Bawang Goreng

    BAWANG GORENG

    Bahan.

    500 gm Bawang merah
    500 minyak masak
    pisau kecil yg tajam [wajib]
    kertas kitchen towel gulong

    Cara
    1. Bawang direndamkan dengan air supaya senang kupas kulit.
    2. Basuh dan toskan bawang.
    3. Hiriskan nipis [senipis yg boleh] dengan pisau yg tajam.
    4. Panaskan minyak [banyak] dan masukkan bawang dan kacau supaya bawang tu bercerai2.
    5. Bila nampak kuning kemeemasan tutup api dan angkat dengan penapis.
    6. Taburkan bawang atas kertas kitchen towel supaya bawang berderai dan cantik. Jika tidak dia akan berbuku2.
    7. Bila dah sejuk masukkan dalam balang kaca atau pack dalam pelastik kecil supaya tidak cepat lemau.


    Sumber : http://hanieliza.fotopages.com/?entry=791709

    Bawang Goreng

    Bahan2nya:-
    1/2kg bawang kecil- dibersihkan dan dihiris nipis memanjang
    1 sudu kecil garam
    1 sudu kecil kapur makan
    minyak untuk menggoreng

    Cara2nya:-
    1. Hiris bawang nipis2 n kalo bole biar sama besar, setelah siap rendah hirisan bawang ke dlm air bersama garam n kapur selama 5 minit dan toskan ( jgn bilas dgn air bersih )
    2. Sementara itu panaskan minyak didalam kuali dgn menggunakan api yg sederhana besar ( pastikan minyak betul2 panas ) dan masukkan bawang.
    3. Hendaklah sentiasa kacau dan jaga agar bawang x mudah hangus.
    4. Akhir sekali, apabila bawang kekuningan angkat dn lerai2kan diatas pinggan yg dialas kitchen tissue. Setelah sejuk, masukkan didlm bekas kedap udara. Siap.

    Sumber : http://waheedeana77.blogspot.com/2009/01/bawang-goreng.html

    Bawang Goreng

    bawang goreng rangup.

    basuh dan cuci bawang kecil yg telah dibuang kulitnya. Mayang bawang kecil, kalau boleh sama saiz. sejukkan dalam peti sejuk seketika. goreng dalam minyak yg banyak dan cukup PANASnya. kacau rata2 supaya bawang tidak melekat atau bertindih dan masak sekata. ketika bawang hampir kekuningan, angkat (minyak panas yg menyaluti bawang, ketika diangkat akan terus memasakkan bawang itu). jika lambat dia akan hangus.

    ada orang mencampurkan sedikit tepung tempura atau tepung kfc dalam bawang sebelum digoreng, utk merangupkan gorengan. tapi cara ini membuatkan keaslian bawang goreng itu tergugat.

    bawang goreng tidak sesuai disimpan lama krn kerangupannya akan pudar. bawang goreng baru adalah higroskopik dan menyerap debuair dalam udara. lama2 bawang goreng itu akan kelihtan lembek (jika disimpan terlalu lama, air yg diserap akan membenarkan kulat tumbuh). utk memelihara kerangupannya buat beberapa ketika, simpan bawang goreng dalam plastik berhampagas yg kedapudara dan simpan dalam peti sejuk. simpan dalam plastik kecil utk sekali dua gunapakai.

    proses menghapagaskan plastik... gunakan vakum klener utk menyedud udara.

    sekian terima kasih. selamat mencuba.

    Sumber : http://www.melayu.com/sembang2/mesej.php?12.0000000188

    Wednesday, December 15, 2010

    Industries in Malaysia

    Food Industry

    Malaysia's food industry is as diverse as the multi-cultures of Malaysia, with a wide range of processed food with Asian tastes.

    In 2008, the food processing industry contributed about 10% of Malaysia's manufacturing output and companies in this industry are predominantly Malaysian-owned.

    It is estimated that the present global retail sales in food products are worth around US$3.5 trillion, and are expected to grow at an annual rate of 4.8 per cent to US$6.4 trillion by 2020.
    Malaysia remains a net importer of food. In 2008, Malaysia's food exports amounted to RM17.9 billion, while imports totalled RM28 billion.

    Malaysia exported food products to more than 200 countries and the main products exported were cocoa (RM3 billion), fisheries products (RM 2.5 billion), margarine and shortening (RM 2.4 billion) and animal feed (RM1.2 billion).
    Major food imports in 2008 were cereal and cereal preparations, cocoa, vegetables and fruits, dairy products and animal feed. Raw materials such as cereals and dairy products will continue to be imported for further processing for human consumption as well as for the production of animal feed.
    In Malaysia, the food industry is dominated by small and medium scale companies. The major sub-sectors are fish and fish products, livestock and livestock products, fruits, vegetables and cocoa.
    The fisheries product's sub-sector includes processed seafood products such as frozen and canned fish, crustaceans and molluscs, surimi and surimi products. This sub-sector remained the main contributor to the exports of processed food.
    In the livestock sub-sector, Malaysia is the third largest producer of poultry meat in the Asia Pacific region. Malaysia is self sufficient in poultry, pork and eggs, but imports about 80% of its beef requirements.

    Among the dairy products produced are milk powder, sweetened condensed milk, pasteurized or sterilized liquid milk, ice cream, yoghurt and other fermented milk.
    Currently, Malaysia is the largest cocoa processor in Asia and ranks fifth in the world. However, most of the cocoa beans are imported. Malaysia is also one of the world major producers of spices.

    In 2008, Malaysia's was ranked as the fifth largest exporter of pepper and pepper-related products (specialty pepper, processed pepper and pepper sauces).
    In the Ninth Malaysia Plan, the production of fruits and vegetables is targeted to reach 2.56 million tonnes and 1.13 million tonnes, respectively, by 2010. Vegetables are mainly grown on a small scale for fresh consumption, and are exported mainly to Singapore. The major locations for the cultivation of vegetables are in Johor, Pahang, Kelantan and Perak.

    In the fruits sub-sector, besides mangos, starfruits and papayas, the cultivation of pittaya (dragon fruit) is gaining interest among farmers. Most of these fruits are to cater for the domestic market.
    Increasing consumer awareness in nutrition value and food fortification for healthcare has created the demand for functional/healthy, minimally processed fresh food, organic food and natural food flavours from plants and seafood.

    Functional/health food produced in Malaysia is mainly in the form of food products that are enriched. Food ingredients such as customised formulations required by food manufacturers, natural food additives and flavours have the potential for further growth.
    The halal industry in Malaysia provides immense opportunities for Malaysian manufacturers. With a global Muslim population of about 2 billion, the market for halal food is estimated at US$547 billion a year.

    The concept of halal is associated with food products which are of high quality in terms of cleanliness, sanitation and compliance with religious requirements.
    Malaysia's food manufacturer can contemplate joint-ventures with established food manufacturer's, particularly from Australia and New Zealand, to service the ASEAN, Middle East, European and US markets which have sizeable Muslim populations.

    Local halal food products can gain easy access into these halal markets as Malaysia's halal certification is globally recognised.

    Sumber : http://www.mida.gov.my/en_v2/index.php?page=food-industries

    LinkWithin

    Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...